Pekan Generasi Cerdas, Berakhlak, dan Berbudaya Tahun Ajaran 2026/2027
Jenis Kegiatan : FESTIVAL BUDAYA (CARNAVAL TUPPING LAMPUNG)
Target : Pembiasaan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) yang telah diterapkan di SMAN 1 Menggala dan menjadi budaya karakter baik ini diharapkan akan mencapai perubahan yang signifikan terhadap karakter warga sekolah.
Deskripsi : Deskripsi Dokumentasi Actions
1 2024/2025 PROGRAM PRILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT(Kesehatan Jiwa, Sehat Lingkungan, Sehat Gizi dan sehat imunisasi) Program Jumat Jasmani dan Rohani Pembiasaan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) yang telah diterapkan di SMAN 1 Menggala dan menjadi budaya karakter baik ini diharapkan akan mencapai perubahan yang signifikan terhadap karakter warga sekolah. a. Tiga S (salam, senyum sapa) Pembiasaan baik dimulai dari peserta didik datang ke sekolah di pagi hari. Para Pendidik dan satpam sekolah sudah menyambut mereka dengan mengucap salam, menyambut dengan senyum bahagia, menyapa mereka dengan kekembiraan. Tujuannya agar peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan memperoleh penghargaan. Bahwasannya satuan pendidikan SMAN 1 Menggala adalah keluarga besar tempat untuk memperoleh pendidikan dengan rasa aman, nyaman, dan penuh perhatian. b. Berdoa sebelum dan sesudah proses pembelajaran. Sebelum memulai pelajaran di waktu pagi dan setelah selesai mengakhiri pelajaran di waktu sore selalu diawali dan diakhiri dengan doa. Tujuannya agar membuat sikap baik, rendah hati, dan selalu bersyukur atas segala sesuatu yang diberikan. Selain itu hati akan damai dan meningkatkan rasa empati pada orang lain. c. Giat Jumat Rohani Setiap Jumat pagi minggu pertama dan ketiga merupakan kebiasaan rutin peserta didik melaksanakan shalat dhuha pukul 07.15. Setelah itu dilanjutkan dengan siraman rohani yang disampaikan oleh Guru Pendidikan Agama Islam atau mengundang ustad dari luar sekolah. Program ini memberikan pengalaman spiritual dan kualitas diri peserta didik. Kegiatan ini juga memberikan dampak yang sangat besar pada perubahan mental. Dampak yang didapatkan adalah peserta didik mampu mengendalikan emosi dan sadar akan diri sendiri. d. Konseling Program konseling “BK adalah sahabat siswa” telah dilaksanakan kapan saja mulai hari Senin sampai dengan Jumat. Layanan konseling selalu siaga mendengarkan, memberi saran, mengarahkan terhadap masalah yang dialami peserta didik. Dari program ini peserta didik mendapatkan tempat untuk didengar, berpendapat mengeluarkan argument masalahnya, namun tetap berpikir positif dan menemukan solusi yang tepat,dalam setiap menghadapi tantangan masalah demi menemukan solusi. Tujuannya agar peserta didik mempunyai keputusan yang baik dalam mencapai tujuan. Memberikan pemikiran yang positif dalam menghadapi tantangan masalah untuk menemukan solusi penyelesaian. Sehingga mampu meningkatkan kesehatan jiwa. Setiap peserta didik memiliki buku saku tata tertib yang didalamnya mengakomodasi peraturan sekolah. Standar operasional prosedur (SOP) tentang buliyying juga diterapkan. Sosialisasi anti buliyying lewat spanduk, benner, kegiatan sosialisasi, dll dilaksanakan. Sehingga warga sekolah memperoleh pemahaman mengenai buliyying dan dampak prilakunya bagi pelaku maupun korban. Sedangkan tujuan dari sosialisasi perkembangan mental remaja adalam meminimalisir permasalahan yang sering terjadi. e. Giat Jumat Jasmani Setiap Jumat pagi minggu kedua dan keempat semua warga sekolah melaksanakan kegiatan senam bersama. Tujuannya melatih keterampilan motorik. Senam bersama ini dikoordinir oleh pengurus osis. Tiga orang peserta didik secara bergantian menjadi intruktur senam. Guru penjasorkes telah memberi bimbingan kepada peserta didik yang menjadi instruktur senam. Setelah senam, setiap dua bulan sekali, warga sekolah akan melaksanakan kegiatan jalan sehat, berkeliling sejauh tiga kilometer. Selain itu, permainan tradisional selalu dilombakan pada kegiatan classmeting. Pembiasaan lompat, lari, lempar, loncat pada aktivitas fisik peserta didik dioptimalisasi pada kegiatan ekstrakurikuler olah raga. Tujuannya juga melatih kemampuan motorik untuk membantu menjalannkan aktivitas sehari-hari. f. Sarapan Pagi Bersama Tujuan utama dalam kegiatan sarapan bersama adalah menyampaikan informasi tentang pentingnya gizi seimbang dan pola makan sehat. Kegiatan yang dilakukan adalah makan bersama setiap hari Jumat setelah selesai senam. Peserta didik setiap hari dihimbau membawa bekal nasi sendiri dari rumah dan membawa tumbler air minum. Satuan pendidikan SMAN 1 Menggala telah menyiapkan mesin isi ulang air minum dalam galon. Sehingga setiap kelas memiliki gallon atau dispenser dan bisa mengisi air minum bersih secara gratis. HImbauan harus minum air bersih sebanyak 2 liter per hari atau sedikitnya 2 atau 3 gelas selama di sekolah selalu dikemukakan. Hasil dari kegiatan ini adalah diharapkan meningkatkan kesadaran warga sekolah bahwa betapa pentingnya gizi seimbang. Membentuk kebiasaan sejak dini dan berlanjut hingga dewasa. g. Program Gerakan Smansagala Sehat Upaya untuk peduli terhadap lingkungan sekolah dengan menjaga dan melestarikan lingkungan SMAN 1 Menggala. Program ini memunyai banyak kegiatan, yaitu: piket kelas terjadwal, gotong royong secara berkala (menyapu, mengepel, merumput, membersihkan toilet), membuang dan memilah sampah baik organickmaupun anorganik, melaksanakan kegiatan lomba kebersihan kelas 2 kali dalam setahun, dan menanam apotek hidup di lingkungan sekolah. Tujuan aksi nyata ini menyampaikan kepada warga sekolah pentingnya menjaga kebersihan sekolah agar tehindar dari berbagai penyakit seperti demam bedarah, malaria, asma, penyakit kulit, dll. Hasil dari kegiatan ini adalah meningkatnya kerja sama peserta didik, kelas bersih, sekolah terawat, dan menanggulangi berbagai penyakit. h. Pemberian Tablet Tambah Darah Kegiatan membagikan tablet tambah darah dilakukan oleh tenaga kesehatan puskesmas atau Duta sehat tambah darah. Kegiatan diawali dengan sosialisasi tentang kesehatan reproduksi. Dilanjutkan dengan minum tablet tambah darah bersama-sama. Utamanya untuk peserta didik putri yang sedan menstruasi. Hasil dari kegiatan ini berkurangnya kasus pingsan saat upacara karena anemia. Selain itu, dengan menelan pil tambah darah secara rutin, peserta didik jadi fokus belajar karena tidak cepat mengantuk. i. Gerakan Kantin Sehat Kampanye kantin sehat selalu dilaksanakan oleh Duta Kantin. Memasang benner himbauan tentang tata tertib dan aturan kantin. Larangan menjual jajanan kemasan plastik. Larangan menjual jajanan mengandung pewarna sitetis, pemanis buatan, pengawet makanan, dll. Tujuannya agar meminimalisir sampah plastik, menyajikan makanan yang sehat dan bergizi. Membatasi persediaan makanan cepat saji dan makanan ringan. Tujuan dari program ini mencapai derajat kesehatan, selain itu kantin juga merupakan sumber belajar bagi siswa, baik untuk mencapai tujuan kompetensi mata pelajaran yang relevan dan juga dalam penguatan pendidikan karakter.